Sumedang Ekspres: Kami Tidak Khawatir Pembaca Online
Sumedang Ekspres:
Kami Tidak Khawatir Pembaca Online
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati
(SGD) Bandung jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) melakukan observasi
ke Harian Pagi Sumedang Ekspres, Selasa (30/10/2018). Kedatangan mahasiswa KPI
ini diterima langsung oleh general manager sekaligus pimpinan redaksi,
Handri S Budiman.
Dalam penerimaannya ia mengapresiasi
kegiatan observasi ini seraya memperkenalkan diri dan awal mula Sumedang
Ekspres berdiri. “Terimakasih kepada teman-teman KPI atas kunjungannya.
Pertama-tama Sumedang Ekspres merupakan salah satu koran lokal di Jawa Barat
yang merupakan grup dari Jawa Pos. Kami berdiri satu maret 2010,” Ujarnya.
Handri menuturkan Harian Pagi
Sumedang Ekspres merupakan surat kabar lokal yang fokus membertitakan seputar
Kabupaten Sumedang. Adapun berita di luar Sumedang diambil dari harian umum
yang masih satu grup dengan Jawa Pos.
“Kami hadir sebagai koran yang
benar-benar ditujukan untuk harian lokal Sumedang walaupun pada perkembangannya
kita bertransformasi menjadi koran regional, ya salah satunya kita tergabung
dengan grup Jawa pos, tapi tetap porsi kita hampir tujuh puluh persen lokal dan
sisanya tiga puluh persen regional,” lanjut alumni IAIN jurusan jurnalistik
tahun dua ribu ini.
Disinggung perkembangan teknologi
yang serba online termasuk perkembangan berita, Handri mengatakan pihaknya
tidak takut karena masyarakat Sumedang masih banyak yang tergantung dengan
koran bahkan menurutnya koran mampu memfilter berita hoaks.
“Kami sendiri tidak khawatir
dengan pembaca-pembaca online, terlebih untuk masyarakat Sumedang sendiri saya
kira masih banyak orang yang tergantung pada koran, malah berseliwerannya media
informasi di media sosial karena mengejar kecepatan berita malah tidak sedikit
yang terjerumus kepada hoaks atau berita bohong,” katanya.
Lebih dalamnya, Handri optimis
hariannya akan tetap eksis mengingat akses internet belum merata hingga ke
pelosok.
“untuk selanjutnya kan teman-teman
juga tahu jaringan inter sendiri kan belum merata ke semua daerah
apalagi Sumedang yang kepelosok, kemudian pengguna smart phone juga
tidak banyak mungkin yang menggunakan smart phone itu anak-anak SMA,
anak kuliahan,” Pungkasnya

Komentar
Posting Komentar